Tinggalkan Pesanmu!

Posted on: Rabu, 27 April 2011

cara mengalahkan dorongan nafsu dan dosa

Manusia baru dapat terhindar dari penyakit dosa dan kejahatan-kejahatan tatkala ia meyakini bahwa dosa dan kejahatan itu lebih berbahaya dan lebih memudhoratkan dari seorang pencuri, ular atau binatang buas lainnya dsb. Dan tatkala keperkasaan, keagungan serta wibawa Allah setiap saat menjadi pertimbangannya.

Dalam keseharian kita, terlihat nyata bahwa manusia dapat meninggalkan keinginan, kemauan, dan kehendak-kehendak hatinya. Misalnya seorang yang sakit diabetes, dokter benar-benar melarangnya dari memakan makanan yang manis. Maka orang itu, demi nyawanya, menyentuh makanan-makanan manis pun dia tidak mau. Jadi demikian pula halnya keinginan rohani dan dorongan nafsu. Jika keagungan dan keperkasaan Allah ta'ala telah tertanam di dalam kalbunya dengan benar, maka sikap tidak mentaati Allah akan dia rasakan lebih buruk dari memakan api dan lebih buruk dari maut.

Sekian banyak manusia mengetahui kekuasaan dan wibawa Allah ta'ala, dan sekian banyak dia meyakini bahwa mengingkari-Nya merupakan suatu hukuman yang berat, maka sebanyak itu pulalah akan menjauhi dosa, kemungkaran dan menjauhi sikap melawan hukum. Lihat sebagian orang mengalami "kematian" sebelum maut datang. Apa yang dialami oleh para akhyaar, abdaal, dan quthub, apa yang terdapat pada diri mereka? Jawabannya adalah keyakinan itu tadi. Pengetahuan yang penuh yakin serta qath'i, secara pasti dan secara fitra memaksa seseorang untuk suatu hal tertentu. Persangkaan mengenai Allah ta'ala tidaklah dapat mencukupi. Keraguan tidak tidak dapt memberi manfaat. Pengaruh telah ditanamkan hanya di dalam keyakinan. Pengetahuan yang penuh keyakinan mengenai sifat-sifat Allah ta'ala, justru lebih banyak memberikan pengaruh dibandingkan pengaruh yang ditimbulkan oleh halilintar yang sangat menakutkan. Akibat pengaruh itulah orang-orang menundukkan kepala dan membungkuk.

Jadi seberapa banyak keyakinan yang dimiliki seseorang, sebanyak itu pulalah dia akan menghindari dosa.

Posted on: Selasa, 26 April 2011

Kekuasaan, Pengikut, dan Harta

 Oleh : Mulyana


Tak sedikit orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kekuasaan, pengikut, dan harta. Bahkan, ada pula orang-orang yang meraihnya dengan cara-cara yang tidak halal, seperti dengan menyuap, menipu, dan korupsi. Berkaitan dengan tiga hal tersebut, Rasulullah SAW telah memberikan petunjuk yang jelas bagi umatnya.

Sabda beliau, sebagaimana diceritakan oleh Ubaid Ibnu Umar,
''Semakin bertambah kekuasaan seseorang, maka semakin bertambah pula jauhnya dengan Allah. Semakin banyak pengikut seseorang, maka semakin banyak pula setan-setannya. Dan, semakin banyak hartanya, maka semakin keras pula peng-hisaban-nya.''

Statistik Amal Kebajikan

 Oleh : Laksmi Widajanti


Dalam suatu kesempatan, Nabi Muhammad pernah ditanya oleh sahabatnya tentang amalan yang paling utama. Beliau menjawab, ''Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.'' Lalu apa lagi? Nabi menjawab, ''Jihad fi sabilillah.'' Lalu apa? ''Haji mabrur.'' (HR Bukhari).

Dalam kesempatan lain Nabi ditanya Aisyah, istrinya,
''Wahai Rasulullah, kami berpendapat bahwa jihad merupakan sebaik-baik amal, apakah kami tidak turut berjihad?'' Nabi menjawab, ''Tidak. Ketahuilah bahwa sebaik-baik jihad adalah haji mabrur.'' (HR Bukhari).

Bekerja Di Pabrik Minuman Keras

Assalamualaikum.

Pak Ustadz, mohon bantuannya atas pertanyaan saya ini bagaimana hukumnya bekerja di pabrik minuman keras? apakah semua karyawan paberik tsb berdosa? Bagaimana status shalat berjamaah apabila dipimpin (imam) oleh seorang karyawan pabrik minuman keras? Terima kasih atas jawaban Bpk ustadz.

Wassalam
Rifano - Jakarta


Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba’d.

Minuman keras adalah khamar yang telah diharamkan bagi setiap orang untuk meminumnya. Sebab meminum khamar termasuk perbuatan rijs dan perbuatan syetan. Maka kewajiban setiap muslim adalah menjauhi khamar. Allah SWT telah berfirman :

Pendidikan Seks, Perlukah?


Milis DT - Istilah pendidikan seks mulai sering di dengungkan. Diharapkan ia bisa menjadi obat ampuh untuk menanggulangi maraknya hamil di luar nikah. Bagaimana Islam menjawab hal ini?

Seiring perkembangan jaman yang semakin pesat, pola pertumbuhan anak muda pun ikut
berubah. Seorang anak muda dengan usianya yang relatif masih “ingusan”, kadang mengalami ketidakseimbangan biologis dan mental. Di satu sisi, mereka sudah matang secara biologis, namun secara mental dan psikologis mereka belum matang. Bila hal ini tidak dilihat secara cermat oleh orang tua, anak muda tersebut bisa berbuat salah.

Saat Bintang Meredup

Saat Bintang Meredup

Bukan karena ku berubah lemah,
Saat aku menangis di pangkuanmu ibu
Bukan pula ku jadi pengecut,
Saat aku adukan semua kesal dalam dadaku
Bukan pula ku tlah munafik,
Saat aku tak mampu jadi pahlawan...