Tinggalkan Pesanmu!

Posted on: Jumat, 15 April 2011

Apakah Dosa Kita Diampuni Setelah Shalat Taubat?


Assalamualaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya ingin bertanya, apabila kita melakukan dosa, dan kita tidak mengulanginya lagi kemudian kita Sholat Taubat apakah dosa-dosa kita akan diampuni? dan mohon kiranya ustadz memberikan tuntunan doa untuk sholat taubat.

Terima kasih Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.

iin
Jawaban:
Assalamualaikum 'Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Alhamdulilahi Rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'alaa Sayyidina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa 
shahbihihi ajma'in, wa ba'du

Taubat adalah perintah Allah SWT kepada semua hamba-Nya yang pernah melakukan kesalahan. Dan pada hakikatnya, tidak ada seorang pun yang bebas dari kesalahan kecuali diri Nabi Muhammad SAW saja. Bertaubat adalah perintah Allah dan Dia menjamin bila seseorang bertaubat pasti diampuninya. Asalkan tobatnya itu tobat sungguhnan, bukan main main atau sekedar formalitas saja.

Diantara syarat utama dalam bertaubat adalah :

Ikhlas Beramal


Oleh : Fajar Kurnianto

Suatu ketika, Abu Umamah Al-Bahili RA (W. 86H), salah seorang sahabat setia Nabi asal Syam (Suriah) bercerita, ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan kemudian bertanya, ''Wahai Rasulullah, apa pendapat Tuan ketika melihat seseorang yang berperang, tapi mendapatkan upah dan ketenaran?'' Nabi SAW menjawab, ''Dia tidak mendapatkan apa-apa!'' Laki-laki itu bertanya lagi hingga tiga kali, dan jawaban Rasulullah pun tetap tidak berubah. Akhirnya, Nabi SAW berkata untuk yang terakhir kalinya, ''Sesungguhnya Allah tidak menerima amal seseorang tanpa ia ikhlas melakukannya dan semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah.'' (HR An-Nasai).

Melalui hadis ini, Nabi SAW mengajarkan kepada kita untuk melakukan segala sesuatu dengan ikhlas, tanpa pamrih. Segala bentuk benda materi yang didapatkan seseorang sejatinya tidak akan berarti apa-apa di sisi Allah SWT, ketika hasil itu didapat dengan jalan tidak halal. Amal perbuatan seorang hamba tidak bernilai bagi Allah, ketika ia melakukannya dengan keterpaksaan.

Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad SAW


Milis DT - Tidak seorang rasul pun yang diutus oleh Allah Taala melainkan pasti dikuatkan dengan tanda-tanda berupa peristiwa alamiah serta mukjizat yang menyalahi keadaan yang biasa dialami oleh umat manusia, yang keluar dari batas kepandaian mereka. Maksudnya ialah agar dengan menunjukkan hal-hal itu dia dapat menjadi bukti bahwa orang yang mengaku menerima risalah benar-benar dipercaya sebagai utusan Tuhan, di samping berbagai berita gembira dan peringatan yang disampaikan.

Setiap nabi dan rasul diberikan mukjizat, akan tetapi semua mukjizat tersebut telah hilang bersama kewafatan para nabi dan rasul. Hanya satu saja mukjizat yang masih wujud dan dapat kita lihat, sentuh, baca dan dengar. Itulah mukjizat nabi kita Nabi Besar Muhammad s.a.w yaitu Al-Qur'an Al-Karim, yang telah Allah janjikan untuk memelihara dan melingdunginya sehingga hari Kiamat kelak. Ini termaktub dalam firman Allah s.w.t di dalam surah Al-Hijir, ayat 9: "Sesungguhnya telah Kami turunkan peringatan ini (Al-Qur'an) dan sesungguhnya Kami lah penjaga baginya."


Sikap Muslim Terhadap Sunnah Nabi Shalallaahu alaihi wasalam


Sunnah Nabi Shalallaahu alaihi wasalam merupakan sumber hukum syari'at Islam yang ke dua setelah al Qur'anul Karim. Keberadaan sunnah bisa merupakan pendukung dan penguat kandungan al Qur'an. Bisa pula sebagai tafsir dan penjelasannya. Dan secara terpisah, as-Sunnah juga merupakan landasan tasyri' (penetapan hukum) yang melahirkan berbagai hukum, serta merupakan nash (ketetapan) untuk menghalalkan ataupun untuk mengharamkan sesuatu yang tidak tercantum di dalam al Qur'an.
      Namun sangat disayangkan, masih ada sebagian orang yang mengaku muslim, namun menolak sunnah secara total. “Al Qur'an telah cukup”, begitu kata mereka. Tidak diragukan lagi, anggapan dan ucapan seperti itu adalah kedustaan, bahkan dengan begitu mereka telah mendustakan al Qur'an dan sekaligus as Sunnah. Bukankah al Qur'an telah memerintahkan untuk mengambil apa saja yang datang dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dan menjauhi apa yang dilarang beliau? Sebagaimana firman Allah,

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya”. (QS. 59:7) .

Iblis dan Islam


Milis DT - Suatu ketika iblis dan setan-setannya berkumpul dalam suatu parlemen untuk membahas perkembangan dunia dan bahaya-bahaya yang akan dihadapi setan dimasa-masa yang akan datang, bahaya yang akan mengancam sistem iblis. Salah satu setan melaporkan, "Baginda, kami dengar seorang yahudi muncul dari Jerman, namanya Karl Marx, dia bukan seorang nabi tapi membawa kitab suci. Dia bermaksud memperbaiki dunia ini dan mengubah bangsa yang tertindas menjadi penguasa, ini tantangan buat kita"

Iblis menjawab, " Tidak.. karena Marxisme menghancurkan fitrah manusia, ia tidak akan sanggup mengubah alam ini."

Etika Bergaul


Fariq bin Gasim Anuz

Milis DT - Cita-cita tertinggi seorang muslim, ialah agar dirinya dicintai Allah, menjadi orang bertakwa yang dapat diperoleh dengan menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak manusia. Diantara tanda-tanda seseorang dicintai Allah, yaitu jika dirinya dicintai olah orang-orang shalih, diterima oleh hati mereka. Rasulullah Shalallahu 'alaihi was sallam bersabda, yang artinya :

"Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril, "Sesungguhnya Aku mencintai si fulan, maka cintailah ia." Lalu Jibril mencintainya dan menyeru kepada penduduk langit, "Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah ia. "Maka (penduduk langit) mencintainya, kemudian menjadi orang yang diterima di muka bumi." (Hadits Bukhari dan Muslim,dalam Shahih Jami'ush Shaghir no.283)